Di
Korea, transportasi bukan hal yang sulit. Terbukti, dari Airport menuju Guest
House (GH) kami di Hongdae cukup dengan menggunakan subway. Perjalanan
menghabiskan waktu sekitar 40 menit. Kami memilih GH di daerah Hongdae dengan
beberapa pertimbangan. Hongdae merupakan salah satu tujuan untuk berkeliling
Seoul, di tempat ini banyak sekali kafe-kafe unik tempat nongkrongnya anak-anak
muda, banyak juga penjual street food, makanan, dan tempat ini hampir selalu
ramai 24 jam! Menarik bukan?
GH kami
bernama Hongdae Guest House, terletak satu gedung dengan Dunkin Donuts dan
bersebelahan dengan stasiun subway line 2, exit 1. Akses yang sangaaaat mudah. Pemiliknya
pun sangat ramah. Dia memberi kami ruangan dengan view yang sangat indah. Tidak
percaya?
![]() |
| Pemandangan dari kamar kami di lantai 19 Hongdae Guest House |
GH ini lebih tepatnya seperti apartemen. Satu ruangan dengan 2 lantai, 5 single beds dan 1 queen size bed, satu kamar mandi di dalam ruangan, dan dilengkapi dengan satu dapur. Harga per malamnya 160.000 won. Setidaknya harga ini cukup murah untuk kami yang memang membatasi budget kami.
Waktu menunjukkan pukul 11 siang saat kami merasa perut kami keroncongan. Kami pun pergi keluar untuk mencari makan sekaligus berkeliling. Menu pertama kami pagi itu adalah 감자탕 (Gamjatang). Ini merupakan sup terlezat yang pernah kami makan!
![]() |
| Gamjatang = Pork Bone Spicy Soup |
Setelah makan siang kami memulai jalan-jalan kami dengan
mengunjungi Gwanghwamun Square dan Gyeongbokgung palace. Di Gwanghwamun square
terdapat patung raja sejong yang terkenal. Di dalamnya terdapat semacam museum
dengan miniatur-miniatur yang menceritakan tentang perkembangan Hangul (huruf
Korea) dari masa ke masa.
![]() |
| Patung Raja Sejong |
![]() |
| Salah satu miniatur di Museum yang terletak di Gwanghwamun Square |
Gyeongbokgung palace terletak tepat di belakang patung Raja Sejong. Karena hari itu merupakan hari rabu terakhir dalam bulan agustus, kami dapat
masuk tanpa membayar tiket, alias gratis. Mereka memberlakukan free ticket
masuk setiap rabu terakhir setiap bulannya.
Gyeongbokgung palace ini ternyata sangat luas. Tanpa kami
sadari, hari sudah beranjak sore dan kami sudah berada 2 jam di dalam istana
ini. Saatnya untuk melanjutkan perjalanan kami.
![]() |
| Gerbang Masuk ke dalam Gyeongbokgung Palace |
Tujuan
kami berikutnya tidak jauh dari Gyeongbokgung Palace, yaitu Cheonggyecheon stream. Kalau kalian
amati, Cheonggyecheon stream berupa sebuah sungai kecil ditengah-tengah kota.
Tempat ini juga banyak digunakan untuk syuting film loh. Oh iya, Satu hal yang menarik
disini, di tempat ini jarang kita temukan tempat sampah, tapi.. kota ini
bersihnya luar biasa.. benar-benar masyarakat yang peduli. Ahh kapan masyarakat
Indonesia mempunyai kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan seperti
mereka yaa..
![]() |
| Sunset pertama kami di Seoul |
![]() |
| Cara makannya dengan dibungkus menggunakan lettuce atau daun mint |
![]() |
| pork! *drooll* |
Sambil melanjutkan ngobrol
dengan Hae In eonni, kami melanjutkan mengisi perut
kami dengan makanan penutup. Kami menuju ke Hello
Kitty Cafe di Hongdae. Kafe ini unik karena didalamnya semua bertema Hello Kitty, bahkan sampai toiletnya pun Hello Kitty.
![]() |
| Inside Hello Kitty cafe |
Dan
akhirnya tibalah kami di pengujung hari, setelah berpamitan dan memperoleh
beberapa rekomendasi untuk tempat-tempat yang harus kami kunjungi keesokan
harinya, kamipun kembali ke GH dan beristirahat. See you again soon, Hae In eonni!
*all photos taken by : Conrad Pramono using Canon D5 Mark II with and without editing*












No comments:
Post a Comment